Digital Marketing

Cara Menghitung Return on Investment (ROI) dari SEO

Banyak bisnis masih menganggap SEO sebagai “biaya marketing” tanpa kejelasan hasil. Padahal, jika dihitung dengan benar, SEO justru bisa menjadi investasi jangka panjang yang memberikan return stabil dan berkelanjutan. Tantangannya bukan pada SEO-nya, melainkan pada cara mengukur ROI SEO secara tepat.

Artikel ini akan membahas cara menghitung Return on Investment (ROI) dari SEO secara praktis, metrik apa saja yang perlu diperhatikan, serta contoh perhitungan sederhana yang bisa langsung diterapkan.

Apa Itu ROI dalam SEO?

Return on Investment (ROI) adalah metrik yang digunakan untuk mengukur seberapa besar keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan. Dalam konteks SEO, ROI membantu menjawab pertanyaan penting:

“Apakah upaya SEO yang saya lakukan benar-benar menghasilkan keuntungan bisnis?”

Rumus dasar ROI adalah:

ROI = (Keuntungan – Biaya) / Biaya x 100%

Namun, SEO memiliki karakteristik berbeda dibandingkan iklan berbayar. Hasil SEO bersifat bertahap, akumulatif, dan jangka panjang. Karena itu, perhitungan ROI SEO perlu pendekatan yang sedikit lebih strategis.

Mengapa ROI SEO Penting untuk Bisnis?

Menghitung ROI SEO bukan sekadar laporan angka. Ada beberapa alasan utama mengapa hal ini penting:

1. Membantu pengambilan keputusan

Anda bisa menentukan apakah strategi SEO perlu ditingkatkan, dipertahankan, atau diubah.

2. Membuktikan nilai SEO ke stakeholder

Data ROI memudahkan komunikasi dengan manajemen, klien, atau mitra bisnis.

3. Membandingkan dengan channel lain

SEO bisa dibandingkan dengan iklan berbayar, social media ads, atau email marketing.

4. Menentukan alokasi budget marketing

ROI yang positif menunjukkan bahwa SEO layak mendapatkan porsi anggaran lebih besar.

Komponen Utama dalam Menghitung ROI SEO

Sebelum masuk ke perhitungan, Anda perlu memahami dua komponen utama: biaya SEO dan nilai konversi dari SEO.

1. Biaya SEO

Biaya SEO bisa berbeda tergantung skala bisnis, tetapi umumnya mencakup:

  • Biaya jasa SEO (agency atau konsultan)

  • Gaji tim SEO internal

  • Biaya tools (Ahrefs, SEMrush, Screaming Frog, dsb.)

  • Biaya konten (penulisan artikel, desain, optimasi)

  • Biaya teknis (developer, website optimization)

Semua biaya ini sebaiknya dihitung dalam periode yang sama, misalnya per bulan atau per tahun.

2. Nilai Konversi dari SEO

Nilai konversi adalah pendapatan yang dihasilkan dari traffic organik. Ini bisa berupa:

  • Penjualan langsung (e-commerce)

  • Leads yang masuk (form, WhatsApp, telepon)

  • Subscription atau pendaftaran

Untuk bisnis berbasis lead, Anda perlu mengetahui nilai rata-rata per lead atau conversion rate ke penjualan.

Langkah-Langkah Menghitung ROI SEO

Langkah 1: Tentukan Periode Evaluasi

SEO tidak instan. Idealnya, ROI dihitung dalam periode minimal 6–12 bulan, tergantung kompetisi dan industri. Periode terlalu singkat sering kali menghasilkan angka yang bias.

Langkah 2: Hitung Total Biaya SEO

Contoh biaya SEO per bulan:

Komponen Biaya Biaya (Rp)
Jasa SEO 5.000.000
Tools SEO 1.500.000
Produksi Konten 3.500.000
Total 10.000.000

Jika dihitung selama 12 bulan, total biaya SEO = Rp120.000.000.

Langkah 3: Identifikasi Traffic Organik yang Berkualitas

Gunakan Google Analytics atau GA4 untuk melihat:

  • Jumlah pengunjung dari organic search

  • Halaman dengan performa terbaik

  • Conversion rate dari traffic organik

Fokus bukan pada jumlah traffic semata, tetapi pada traffic yang menghasilkan konversi.

Langkah 4: Hitung Nilai Konversi dari SEO

Contoh kasus:

  • Traffic organik per bulan: 10.000 pengunjung

  • Conversion rate: 2%

  • Leads per bulan: 200

  • Closing rate: 20%

  • Penjualan per bulan: 40

  • Nilai rata-rata transaksi: Rp1.500.000

Pendapatan dari SEO per bulan:

40 x Rp1.500.000 = Rp60.000.000

Pendapatan dari SEO per tahun:

Rp60.000.000 x 12 = Rp720.000.000

Langkah 5: Hitung ROI SEO

Dengan rumus ROI:

ROI = (Rp720.000.000 – Rp120.000.000) / Rp120.000.000 x 100%

Hasilnya:

ROI = 500%

Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam SEO menghasilkan Rp5 keuntungan bersih.

Contoh Ringkas Perhitungan ROI SEO

Keterangan Nilai
Total Biaya SEO / Tahun Rp120.000.000
Pendapatan dari SEO / Tahun Rp720.000.000
Keuntungan Bersih Rp600.000.000
ROI SEO 500%

Angka ini tentu bisa berbeda di setiap bisnis, tetapi contoh ini menunjukkan potensi SEO jika dijalankan secara konsisten.

Tantangan dalam Mengukur ROI SEO

Meski terlihat jelas, ROI SEO tetap memiliki tantangan:

  • Customer journey yang panjang
    Pengunjung bisa datang hari ini, tapi baru konversi bulan depan.

  • Multi-channel attribution
    SEO sering berperan di tahap awal sebelum channel lain menutup penjualan.

  • Nilai brand awareness
    Tidak semua dampak SEO bisa diukur langsung dengan angka.

Karena itu, sebagian bisnis mengombinasikan data ROI dengan metrik pendukung seperti impression, ranking keyword, dan engagement. Bahkan, dalam beberapa kasus, diskusi strategi SEO juga melibatkan sudut pandang yang biasa digunakan oleh seorang investment advisor untuk melihat SEO sebagai aset jangka panjang, bukan sekadar channel akuisisi instan.

Kesimpulan

Menghitung Return on Investment (ROI) dari SEO adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa strategi digital marketing Anda berjalan efektif dan menguntungkan. Dengan memahami biaya, nilai konversi, serta menggunakan pendekatan data yang tepat, SEO dapat dibuktikan sebagai investasi digital yang bernilai tinggi.

SEO memang membutuhkan waktu, tetapi ketika fondasinya kuat, hasilnya bisa terus mengalir bahkan tanpa biaya tambahan yang besar. Bagi bisnis yang berpikir jangka panjang, ROI SEO bukan hanya soal angka hari ini, melainkan tentang membangun aset digital yang terus berkembang.

Arumka

Share
Published by
Arumka

Recent Posts

  • Digital Marketing

Checklist SEO Audit Komprehensif untuk Pemula hingga Expert

SEO audit adalah proses evaluasi menyeluruh terhadap performa website dalam mesin pencari. Baik Anda baru…

24 jam ago
  • Digital Marketing

Apa Itu Loop Marketing? Strategi Berkelanjutan untuk Meningkatkan ROI

Dalam dunia digital marketing yang semakin kompetitif, bisnis tidak lagi cukup hanya menjalankan kampanye dan…

6 hari ago
  • Digital Marketing

Panduan Santai Cara Pasang Iklan di Google untuk Pemilik Bisnis

Temukan cara pasang iklan di Google yang mudah untuk meningkatkan visibilitas bisnis Anda. Ikuti panduan…

6 hari ago
  • Digital Marketing

Cara Memulai Digital Marketing Yang Tepat Untuk Tingkatkan Bisnis Anda

Pelajari cara memulai digital marketing yang efektif untuk mengembangkan bisnis Anda dengan strategi dan teknik…

1 minggu ago
  • Bisnis

Cara Menentukan Budget Marketing Sesuai Kondisi Bisnis, Bukan Ikut-ikutan

Temukan cara menentukan budget marketing yang strategis dan sesuai dengan kebutuhan serta tujuan bisnis Anda…

1 minggu ago
  • Digital Marketing

SEO vs AEO vs GEO: Strategi Mana yang Paling Efektif di Era AI?

Era AI (kecerdasan buatan) telah mengubah lanskap digital marketing secara fundamental. Jika sebelumnya SEO (Search…

4 minggu ago